SATELITPOST Santun Aktual Tegas Komplit Selasa, 29 Juli 2014 - 19:43 WIB

  • Ingin Mengentaskan Kemiskinan Lewat Pendidikan

    Ingin Mengentaskan Kemiskinan Lewat Pendidikan

    SAAT ini, satu pekerjaan rumah untuk pemerintah dan masyarakat adalah mengentaskan kemiskinan. Hal inilah yang menjadi motivasi pendiri LPK Elisa, Toripah, untuk membantu program dari pemerintah. Perempuan yang biasa disapa Ibu Iyut ini mengungkapkan, dirinya bertekad untuk membantu sesama mengangkat status ekonomi melalui pendidikan keterampilan. “Saya sangat prihatin dengan keadaan masyarakat miskin, apalagi keadaan sekarang [...]

  • Tak Sulit Jadi Pengusaha

    Tak Sulit Jadi Pengusaha

    KEBANYAKAN orang dalam bekerja inginnya langsung duduk manis sambil menikmati gaji tinggi dan tidak mau berisiko. Itulah mental kebanyakan orang-orang saat ini. Padahal, tidak ada pekerjaan yang enak, semua ada risiko yang harus dihadapi. Ini diungkapkan seorang pengusaha muda pemilik Cendol Item Pak Rodjo, Indra Rizal, Sabtu (10/5). “Ya setiap pekerjaan pasti ada risikonya, tidak [...]

  • Jadikan Target Sebagai Kebutuhanmu

    Jadikan Target Sebagai Kebutuhanmu

    KEGAGALAN adalah kesuksesan yang tertunda. Jatuh bangun dalam membangun kesuksesan pun menjadi hal yang lumrah dalam meraih sukses. Inilah yang pernah dialami Togar Oloan Marpaung, yang sekarang menjadi Sales Manager di Ford Superstore Tegal. Bang Togar, pria berdarah Sumatera Utara ini biasa disapa. Saat ditemui SatelitPost Selasa (13/5) mengungkapkan, tidak mudah meraih kesuksesan seperti sekarang. [...]

  • Selalu Bersyukur Jadi Dasar Kesuksesan

    Selalu Bersyukur Jadi Dasar Kesuksesan

    SETIAP perusahaan pasti memiliki visi dan misi yang berbeda demi lancarnya usaha. Pastinya butuh proses yang sangat panjang agar semua sumber daya manusianya memiliki mutu yang berkualitas. Hal ini diungkapkan seorang pengusaha kuliner asal Palembang, Naya, pendiri Rumah Makan Cempako yang saat ini diteruskan putrinya. Sudah lebih dari 10 tahun dia membangun sebuah bisnis kuliner. [...]

  • Pertahankan Kualitas Jadi Kunci Membangun Bisnis

    Pertahankan Kualitas Jadi Kunci Membangun Bisnis

    MEMPERTAHANKAN kesuksesan jauh lebih sulit daripada saat pertama meraihnya. Ungkapan yang sangat pas untuk menggambarkan perjalanan seorang pengusaha kue asal kelahiran Kota Bandung. Perempuan yang biasa disapa Nani ini menceritakan tentang perjalanan usahanya yang dimulai pada tahun 1996. Hingga sekarang, usahanya terus berjalan dengan baik. “Ya, mulai tahun 1996 saya sudah tinggal di Tegal,” ujarnya [...]

  • Iman dan Kejujuran sebagai Modal Sukses

    Iman dan Kejujuran sebagai Modal Sukses

    MENJADI seorang pengusaha tidaklah mudah seperti membalikkan telapak tangan atau sulap dengan mantra sim salabim lalu jadilah apa yang diinginkan. Butuh perjuangan yang ekstra keras untuk menjadi pengusaha yang sukses. Itulah yang dialami Agus Riyanto, pria kelahiran 15 November 1956. Dia seorang pengusaha jual beli sepeda baru dan bekas yang sekarang telah memiliki toko sepeda [...]

Destarata, Ayah dari Seratus Kurawa

Penulis  |  Minggu, 17 November 2013 Pukul 05.46 WIB  |  Wiracarita

Artikel Terkait

Destarata, Ayah dari Seratus Kurawa

LAHIR dari rahim Dewi Ambika, Destarata buta semenjak lahir. Ia adalah kakak tiri Pandu Dewanata, berbeda ibu namun satu ayah, yakni Wicitrawirya. Pada dasarnya, ia berhak menjadi Raja Astinapura karena ia penerus Wicitrawirya yang tertua.

Namun karena Destarata buta, maka pemerintahan harus diserahkan kepada adiknya. Barulah setelah Pandu wafat, ia menggantikan jabatan tersebut. Destarata menikah dengan Dewi Gandari dan memiliki anak seratus Kurawa, Dursala, dan Yuyutsu.

Saat anak pertamanya lahir, Duryudana, ia dinasihati untuk membuangnya. Pasalnya Duryudanan memiliki tanda-tanda buruk saat kelahirannya. Namun karena saking cintanya, ia tak tega dan tetap mengasuh Duryudana.

Namun setelah dewasa, Duryudana lah yang terus berambisi untuk meneruskan takhta Kerajaan Kuru di Astinapura. Destarata ingin bersikap adil kepada para putra Pandu, yakni Pandawa, sehingga ia mencalonkan Yudistira sebagai raja.

Hal ini pula yang memicu kecemburuan Duryudana. Setelah melalui perundingan, Kerajaan Kuru dibagi menjadi dua. Astinapura untuk Duryudana, sementara Yudistira mendapat wilayah yang kering, gersang, dan miskin. Namun ia berhasil mengubah wilayah tersebut menjadi makmur dan dikenal dengan nama Indraprasta.

Sayangnya, karena begitu cintanya dengan Duryudana, Destarata menjadi lemah pendiriannya. Ia menuruti kata-kata anaknya yang memiliki siasat licik untuk mengambil seluruh takhta. Ia bahkan menyetujui permainan dadu yang akhirnya menyebabkan Pandawa harus mengasingkan diri ke hutan selama 12 tahun dan menyamar selama satu tahun.

Hingga akhirnya ia pun tak bisa menahan pertempuran besar antara Pandawa dan Kurawa di Padang Kurusetra. Dalam pertempuran tersebut, seratus Kurawa, anak-anaknya tewas di medan laga.

Usai pertempuran, Pandawa menemui Destarata untuk memohon restu sebagai pewaris takhta. Dipeluknya Pandawa satu per satu. Namun amarahnya tak tertahankan saat memeluk Bima yang telah membunuh Duryudana dan Dursasana.

Kresna tahu bahwa meskipun Destarata buta, ia memiliki kekuatan yang setara dengan seratus gajah. Maka dengan cepat Kresna menggeser Bima dan menggantinya dengan sebuah patung menyerupai Bima. Pada saat itu juga Destarata menghancurkan patung tersebut sampai menjadi debu. Akhirnya Bima selamat dan Destarata mulai mengubah perasaannya serta memberikan anugerahnya kepada Pandawa.

Yudistira kemudian diangkat menjadi Raja Indraprasta sekaligus Astinapura. Namun ia tetap menunjukkan rasa hormatnya kepada Destarata dengan menetapkan bahwa takhta Raja Astinapura masih dipegang oleh Destarata.

Akhirnya Destarata memutuskan untuk meninggalkan kehidupan duniawi dan mengembara di hutan sebagai pertapa bersama Gandari, Widura, Sanjaya, dan Kunti. Di dalam hutan di Himalaya, mereka meninggal ditelan api karena hutan terbakar oleh api suci yang dikeluarkan oleh Destarata. (ade/wikipedia)

Berita Lainnya

Kota Tegal

0 Komentar

Destarata, Ayah dari Seratus Kurawa

Tulis Komentar

Nama & Email harus diisi

Anda bisa menggunakan HTML tags and attributes berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>